Sushi berjalan melewati lorong demi lorong untuk kembali ke kamar Rori. Ia baru kembali dari mencari udara segar. Kamar Rori ini terletak di lantai 4. Jadi lorongnya terhubung dari balkon ke balkon, yang memungkinkan para pasien dan penunggunya ikut terhibur dengan pemandangan indah di bawah. Langkah kaki Sushi terhenti ketika melihat seseorang -- perempuan -- yang mencurigakan. Seseorang itu mengenakan seragam suster. Tapi gerak - geriknya nampak aneh. Ia naik pada bangku yang menempel di sepanjang pagar lorong. Ia menghadap ke arah pagar, ke arah pemandangan luas di bawah. Ia terlihat sangat sedih, terpuruk, dan putus asa. Ia sepertinya sedang terlibat dalam masalah yang pelik. Jangan - jangan ia tidak bisa menemukan jalan keluar, akhirnya membuat jalan pintas -- bunuh diri.

