Dari kejauhan Vanila melihat Sushi duduk di lantai bersandar pada dinding ICU di belakangnya. Vanila melambatkan laju langkah. Ia tadi berlari kencang ke sini. Begitu menyadari Vanila sudah datang, Sushi akhirnya berdiri. Suasana hening tiba - tiba. Meski sudah beberapa kali bertemu, namun pertemuan keduanya kali ini berbeda. Jelas berbeda karena pertemuan mereka disebabkan oleh keadaan Rori yang memburuk. "Dia di dalem?" Vanila segera bertanya meski ia sebenarnya sudah tahu. Sushi mengangguk. "Tapi belum boleh dijenguk sama sekali, Mbak. Cuman tim medis yang boleh lihat ke dalem, ngurusin segala kebutuhan dia." "Lihat sebentar aja pakai protokol medis lengkap juga nggak boleh?" Sushi menggeleng. "Nggak boleh, Mbak. Saya udah tanya tadi. Cuman boleh lihat dari luar."

