Bab 44 Menelan Pil Pahit

1760 Kata

Tiga hari sudah berlalu dan sebuah mobil berhenti tepat di depan rumah Marco. Keadaan sekitar terlihat biasa di mana ada pejalan kaki dan kendaraan roda dua yang lewat sesekali. Tak lama berselang pintunya terbuka dan muncul sosok Stella. Adapun di teras Mbak Yuli sedang menyiram bunga dengan selang di tangan kanan, tapi tak sadar akan kehadirannya, hingga sebuah suara terdengar dan mengalihkan perhatiannya. "Selamat sore, Mbak!" ucap Stella lumayan kencang dan menyadarkan Mbak Yuli serta menoleh. "Stella?" gumamnya lirih setelah dengan jelas mata itu menatap sosok cantik berdiri di depan pagar. Dia melepas selang dan menutup aliran air lebih dulu sebelum menghampiri Stella bersama rasa terkejut karena Stella kembali muncul. "Iya, Neng. Maaf, Mbak tak lihat." Mbak Yuli berceloteh dan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN