Di Surabaya, Marco memutuskan untuk lebih cepat kembali ke Jakarta dari rencana sebelumnya yang diperkirakan masih dua minggu lagi. Pasalnya, ada hal yang lebih penting harus dikerjakan dan memberikan kepercayaan kepada salah satu orang terdekat untuk mengurus semuanya hingga selesai. Kepulangannya hanya dia katakan kepada Mbak Yuli yang langsung memasak banyak makanan kesukaan Marco dan diperkirakan akan tiba siang hari. Benar saja, ketika waktu telah menunjukkan pukul 11 siang, datanglah sebuah taksi yang berhenti di depan rumah dan kebetulan sekali Mbak Yuli sedang ada di depan karena baru saja kembali dari supermarket untuk membeli sesuatu. Kehadiran Marco tentu saja membuat hati Mbak Yuli merasa lega karena kembali dalam keadaan selamat. Terlihat Marco mengukir senyum lebar ketika di

