Stella terkejut mendengar ujaran yang dilakukan oleh pegawai tentang Marco di mana akhirnya dia meninggalkan ruangan. Maka, kini tinggal Stella hanya berdua dengan Marco di ruangan tersebut dalam keadaan masih berdiri. Apa yang diucapkan pegawai tersebut tentu menjadi tanda tanya cukup besar bagi Stella sekiranya apakah benar Marco dalam suasana kurang baik karena dikatakan baru saja marah besar. Hal itu membuat sedikit ciut hatinya karena rencana yang sudah matang apakah tepat dijalankan saat ini atau kembali mengulur waktu. "Kenapa kau masih berdiri? Silakan duduk." Seketika lamunan Stella buyar setelah mendengar suara Marco yang mempersilakannya untuk duduk. Tentu saja, dia sedikit lega karena Marco memperlakukan dengan baik kedatangannya dengan intonasi suara datar seperti biasa. Akh

