Di tempat lain, Nando baru saja tiba di sebuah cafe untuk menemui seseorang di mana dia telah membuat janji sejak tadi siang. Adapun Nando sengaja mengambil posisi duduk di dekat jendela ditemani segelas kopi sambil memainkan handphone di tangan. Kali ini dia datang ke cafe tersebut dengan mengenakan pakaian yang cukup sederhana. Hanya celana pendek berwarna coklat serta kaos hitam yang membalut tubuh kekarnya. Sejak kedatangan Nando di cafe itu banyak pasang mata yang menatap ke arahnya penuh puja dan tentu mereka adalah para wanita genit yang terpesona akan penampilannya, meski amat sederhana dari biasanya. Hal itu sudah biasa dialami oleh Nando sehingga membuatnya terlihat acuh. Bahkan, mulutnya terlihat menggumamkan sesuatu, meskipun matanya menatap keluar jendela. "Macam baru pertam

