Bab 32 Keputusan Irene

1830 Kata

Ruangan itu seketika berubah hening. Bahkan, suara nafas pun seolah ikut berhenti dan tinggallah dua mata yang melotot sempurna setelah mendengar apa yang diutarakan oleh Sopian. Sedangkan Haruna menatap lurus pada Irene yang kini mematung dengan mulut bungkam. Untuk beberapa saat hal itu membuat Haruna menoleh pada Sopian karena tahu jika Irene pasti amat terkejut dengan ucapannya barusan. Semenit kemudian mata Irene terlihat berkedip beberapa kali, lalu membuka mulutnya, meskipun terlihat begitu sulit. "A-apa maksud Pa? O-om Jack melamarku?" Itulah kalimat yang mampu Irene utarakan setelah memastikan bahwa apa yang dia dengar tadi benar adanya karena dia sempat berpikir bahwa pendengarannya telah keliru. "Benar, Sayang. Kemarin Jack datang ke rumah ketika kaupergi ke rumah Widi. Awalny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN