terkejut

444 Kata

 Jam menunjukkan pukul 9 saat mereka tiba di villa yang dimaksud, selain cukup jauh jalanan yang macet membuat perjalanan mereka memakan waktu yang lumayan lama. “ Elisa di kamar yang paling pojok.” ucap Meney. “ iya, kamu paling telat membayar, soalnya.” timpal Novi. Yang tidak dibalas oleh Elisa, selain karena lelah, ia tahu kata- katanya takkan didengar oleh teman- temannya. Ezra hanya menatap wajah Elisa dan memilih menemaninya kekamarnya. Tampak kamar yang tidak jauh berbeda dengan kamar yang ditempati Elisa dirumahnya, hanya sedikit lebih luas. Yang membuat Ezra sedikit berdebar adalah kasurnya double- bed, yang itu berarti Ezra dan Elisa nantinya akan berada di satu kasur. “aku langsung tidur ya, kak.” ucap Elisa membaringkan tubuhnya setelah sebelumnya menganti bajunya dengan b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN