Ezra masih berada di kantornya saat dia dan Elisa sedang mengenang masa- masa awal karier Ezra. “ jadi, gambar- gambar khayalan- ku yang menemani langkahmu sampai sekarang?” kagum Elisa. “ ya, itu sebabnya sudah sepantasnya semua yang kudapatkan kuberikan padamu, Elisa.” ucap Ezra masih mengenang satu persatu gambar yang menjadi ide dibentuknya animasi cerita dan juga game yang sekarang ini sedang booming di berbagai kalangan. “ tapi bukankah itu bertahun- tahun yang lalu? Apa sisanya adalah ide dari- mu sendiri?” “ hahaha, tentu saja tidak, kau ingat? Dalam sehari kau menggambar, kau bisa bercerita ratusan ide, aku heran kenapa imajinasimu malah ditertawakan oleh keluargamu? Padahal bagiku itu bisa diterima masyarakat luas jika dijadikan game atau animasi.” ucap Ezra jujur. “ aku sia

