Freya merasa dunia nya yang tertata dengan rapi sekarang berubah menjadi layaknya dunia yang hancur karena sebuah gempa atau tsunami. Freya hanya bisa menatap kosong ke dinding di mana ia mendengar kalimat Nancy yang menyebutkan bahwa ia kecelakaan dan keguguran kemaren. Jovan open perlahan pintu kamar inap Freya, lelaki itu menghela nafasnya dan perlahan yang berjalan dan mengusap lembut pipi Freya. "Ayo makan" Jovan berkata. Freya meliriknya tajam lalu melayangkan tamparannya di pipi Jovan. "Semuanya gara-gara abang, kalau abang enggak pulang, kalau abang enggak maksa aku, aku enggak akan hamil dan sekarang keguguran" Freya membentak "..Semuanya karena abang yang psyco dan gila, aku kehilangan bayi ku" Jovan mencengkram kedua tangan Freya. "Jadi kamu menyesal karena hamil ?, at

