CHAP 9

1204 Kata
Freya menarik nafas nya saat tidak sengaja bertemu Andre di gedung agensi, pikiran Freya langsung melayang jika sampai Jovan tahu dia bertemu Andre, bisa saja mantan kekasihnya itu akan celaka lagi. Tadi pagi ia memberi tahu Nara jika Daniel, mantannya kemaren sakit masuk rumah sakit karna kecelakaan mobil, tapi Freya yakin kalau itu bukan kecelakaan mobil, ia yakin jika si psyco gila ada di balik semua itu. "Andre?" Itu bukan suara Freya, tapi suara Nara yang menyapa Andre dengan senyuman manisnya, dan dari sana Freya merasa aja yang berbeda dari manajernya itu. "Frey .." Andre menyapa. "Hei kak," balas freya menyapa dengan senyuman canggung-nya, berbeda dengan Nara yang menjilat bibir bagian bawahnya jika tidak di anggap, padahal yang menyapa lelaki itu lebih dulu adalah dia. "Lo ngapain, Dre?" Nara bertanya. "Oh, Nara. Hanya mau ketemu agensi CEO-nya Frey" Andre tersenyum ke arah Freya. "Memikirkan kita makan malam?" "Gue cek jadwal Freya dulu, ya" jawab Nara. "Terima kasih, Na" Andre tersenyum, sambil mengangkat rambut Freya "sudah besar sekarang, Frey" "Iya lah, ya kali gue masih cewek umur enambelas tahun yang enggak tumbuh, gitu?" Freya menjawab Andre terkekah mendengarnya, Freya masih sama, suka menjawabnya. "Lo tambah cantik, Frey" Andre tersenyun, Freya menghela nafasnya. Ia cuma tidak mau Andre celaka lagi karna mendekatinya, Freya tidak mau melukai banyak orang yang tidak berhak. "Gue duluan, Na" andre berkata lalu berjalan pergi. Freya menatap Nara dengan tatapan tidak suka nya. "Kak, kapan bang Jo tahu gimana?" Freya bertanya "harusnya lo Dinilai jadwal gue padat" "Tapi Frey, kita sepenuhnya enggak langsung sudah setuju sama ajakan Andre" jawab Nara. Freya hanya bisa nendengus. "Oh iya Frey, penyanyi asli lagu rindu kamu , bakalan ikut serta dalam rekaman lo. Katanya sih dia pulang minggu depan" "Terserah aja deh" Freya berdecak pelan, ia masih kesal dengan Nara yang dilihatnya tidak langsung menyetujui ajakan Andre. Tapi di sisi lain Freya juga tidak tahu kenapa, tapi dia yakin sangat gugup hanya karna akan menyanyikan lagu lama berjudul Rindu kamu itu. [] [] [] Freya keluar dari kamarnya sambil melirik sekelilingnya, takut jika Jovan memergoki nya dan melakukan skinship berlebihan seperti yang sudah sudah. Freya melihat jam digital di layar handphonenya, jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam dan Freya berpikir jika ini jam yang aman untuk pergi mengambil minuman ke dapur tanpa sepengetahuan Jovan yang pastinya sudah di kamarnya sendiri. Tadi lelaki itu datang saat makan malam sambil menyeramkan wajah di Ayahnya. Freya langsung berlari ke arah dapur, dia tidak ingin bertemu Jovan, paling tidak untuk malam ini. Freya masih bingung dan juga suka bermain kucing-kucingan dengan uangnya, dan Freya tidak punya cukup nyali jika sampai ketahuan bermain api dengan Jovan. Fraya menarik nafasnya saat di dapur yang sudah sepi. "Aman" Freya membuka kulkas mengambil satu botol air minum dan menuangkannya ke dalam gelas lalu meminumnya hingga habis tanpa sadar jika Jovan sudah berdiri di belakangnya. Jovan menyeringai sebelum mengecup leher Freya yang terekspos karna rambutnya yang di ikat. MALA.. Freya menjatuhkan gelasnya karna kaget oleh ciuman Jovan di lehernya. "Abang?" Freya langsung menarik Jovan berjongkok di bawah pantri. "Ngapain abang sini?" " Siapa ?" Suara teriakan seorang pelayan membuat Freya membulatkan pandangan dan membekap mulut Jovan. "F..Freya" Freya berdiri dengan nafas yang sedikit terengah karna gugup. "Mbak bisa kembali ke kamar, aku cuma minum enggak sengaja jatuhin gelas" "Biar aku beresin" "Jangan !. Aku aja, mbak balik ke kamar mbak" Freya menyahut dengan cepat. "B..baik" Freya menghela nafasnya saat pelayan sudah pergi, Jovan bangun dan berdiri di samping Freya. "Takut ketahuan?" Jovan tersenyum miring. "Menurut abang?" Freya membalas dengan sarkas "lagian abang kenapa harus muncul tiba-tiba?" "Ayo ke kamar" Jovan menarik Freya ke rangkulannya. "Abang kangen sama kamu" Mata Freya membulat kaget kata kangen yang di ucapkan Jovan menjurus ke Arah hal negatif. Jovan yang sudah tidak sabar lagi langsung menggendong Freya dan meminta ke kamar. "ih abang turunin!" Freya memberontak tapi Jovan malah mengecup bibir Freya dan itu diam diam dengan wajah merengut. "Kalau ada mama atau ayah, gimana?" Freya bertanya "aku enggak mau ambil harapan" "Yaudah kita pergi" jawab Jovan dengan santai. "Enak banget abang ngomong" Freya mendengus. "Gampang kan, kamu aja yang lebay" Jovan membalas. Dan Freya menatapnya dengan kesal. Mereka tidak sadar jika Vita sedang bersembunyi di balik tembok untuk meminta degupan jantungnya karna dugaannya selama ini memang benar, anak bungsunya bertambah kompleks Sister seperti dulu. Vita membalikkan badannya dan kembali ke kamarnya, ia akan memindahkannya sementara waktu. Ia hanya ingin tahu mana hubungan Jovan dan Freya, Vita tidak mempermasalahkan jika mereka saling menghargai tetapi jika Freya di paksa, ia akan membahasnya pada Javier dan melindungi Freya dari Jovan. Vita tidak ingin kisahnya terulang lagi di Freya, Pada saat Freya bukan anak kandungnya tapi Freya tetap anak yang di sayanginya. [] Freya rasanya ingin menyerah saja pada perjuangannya melawan melawan Jovan, jika melihat Jovan setampan ini. Melihat lelaki yang serius mengerjakan PR-nya membuat Freya tanpa sadar menyukai bagaimana Jovan yang sedang fokus. Freya tidak pernah punya teman selain Adrian dan Nara, sedangkan Nancy dan Freya lebih mirip musuh yang saling menyayangi. "Nancy sama aku, cantikan mana?" Freya bertanya, pertanyaan yang sebenarnya aneh untuk Jovan. Jovan menoleh lalu menatap Freya dengan intens dan itu membuat Freya sedikit salah tingkah. "Kamu" jawab Jovan lalu ingin mencium Freya tapi langsung tahan Freya. "Janjinya kan kalau abang selesai ngerjain PR ku, baru boleh cium" Freya berkata. "Kalau guru kamu nanya siapa yang ngerjain PR kamu, kamu jawab apa?" "Bang Jo yang ngerjain PR nya, lagian ngapain bohong" "Jadi, kenapa kamu bohong ke ibu dan ayah. Kamu takut ketahuan?" tatapan Jovan kali ini berubah jadi lagi dan itu membuat Freya sedikit tercekat dan membeku. "Abang tau menjawab" Freya menjawab lalu menarik nafasnya "ayo kerjain PR ku, katanya sayang" "Cium dulu" Jovan mengambil satu kecupan di bibir Freya. "Kan janjinya kalau PR sudah selesai" Freya mendengus lalu mengecup pipi Jovan. "Chèry, besok kosongkan jadwal kamu. Kita pergi berdua" Jovan berkata dan itu membuat Freya diam menatapnya. Freya tidak percaya kalau Jovan mengajaknya jalan-jalan lagi setelah paksaan dan tindakan tidak senonoh itu, ya Freya harus mengakui kalau dia sudah mulai menikmatinya. "Mau kemana?" Freya bertanya. "Kamu maunya kemana?" Balov bertanya. "Maunya nonton coachella" Freya mengulum senyumnya "Amerika" "Oke" Jovan menjawab membuat Freya menutup mulutnya tidak percaya, padahal ia hanya asal berkata. Tapi Jovan mengabulkannya. "Beneran?" Freya bertanya, dan Jovan mengangguk mengiyakan. Refleks Freya langsung memeluk Jovan. "Bang Jo emang paling yang terbaik" Freya tersenyum lebar. "Enggak gratis tapi nya" kata Jovan. [] [] [] Nancy memutar bola saat bertemu Freya di gedung agensi yang menaungi mereka, dengan dua menejer yang juga bermusuhan. "Kak Nara cantik banget hari ini, emang ya kita itu menejer sama artisnya yang serasi" Freya menyindir. Nancy Kehilangan kacamatanya saat berpapasan dengan Freya. "Gue dengar lo mau ngerimex ulang lagu jadul" Nancy berkata "hati-hati, gue dengar pemyanyi berbicara enggak mau lagu nya di nyanyiin anak ingusan yang cuma modal tampang" "Gue dengar lo pengen banget ke LA nonton coachella, ya?" Freya balas "tapi gue dengar bang enggak ngijinin lo ya. Sayang banget ya padahal gue mau ke LA, padahal kita bisa bareng. Kita juga bisa kolab bikin Vlog juga tapi yaudah deh" Nancy menatap tajam ke arah Freya, merasa kalah. "Bang Al emang agak posesif, mungkin dia emang enggak pengen calon istri ke LA, pakai bikini terus selingkuh. Kan bagus punya calon posesif" Freya bilang "udah ya, gue duluan. Mau latihan dance" Freya tersenyum lebar saat berjalan menjauh dari Nancy, rasanya ada kepuasan tersendiri saat ia bisa menang beradu argumen dari Nancy. ............................................. Tbc
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN