Satu kata yang meluncur dari bibir Zidan membuat tarikan napas Inez langsung memberat. Apalagi Ghea, cewek itu melototkan matanya. Inez tidak langsung pergi, cewek itu berpikir sejenak. Inez menoleh lagi menatap Zidan. "Nggak mungkin lo nuduh doang tanpa bukti kan?" "Gue emang nggak punya bukti," sahut Zidan. "Tapi gue lihat semuanya." Zidan mendapatkan tatapan butuh jawaban dari Inez. Ia pun langsung melanjutkan. "Malam saat lo kasih sembako di rumah Cakra, seminggu yang lalu, gue ada di sana." "Lo di sana?" "Lo dan Cakra nggak lihat gue. Gue awalnya cuma pengin main ke rumah Cakra, tapi sepertinya lo sama Cakra butuh waktu buat berduaan. Ya udah gue pun nggak jadi dan memilih buat balik ke rumah aja." "Terus bagaimana setelah itu?" desak Inez. "Waktu gue mau pulang, gue lihat
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


