Arum menatap pria disampingnya tanpa berkedip, baru saja pria itu menciumnya. Ia tersenyum mengelus kepala Arum seakan tidak terjadi apa-apa semalam. Arum mengalihkan matanya kedepan piringnya, disana roti pemberian mamanya belum ia sentuh sama sekali. "Kenapa rotinya belum disentuh sayang?" Edwin menatap Arum yang terlihat gelisah dari tadi "Mau mama ganti sarapannya?" "Gak usah ma" ucap Arum mengambil roti dan menggigitnya tanpa minat. Oma Putri, Edwin dan Kanaya memperhatikan sikap Arum yang gelisah sedangkan Elang tetap duduk disamping Arum sesekali meliriknya. "A-aku berangkat du--" "Duduk sayang selesaikan sarapanmu!" Tegas Elang meraih tangan Arum yang telah berdiri, Arum kembali duduk ke kursinya menatap tangan Elang masih menggenggam tangannya. Arum menggigit bibir bawahnya

