Chapter 47. Malam Pertama Yang Tertunda.

1204 Kata

--Happy Reading-- Gelak tawa di meja makan pagi ini, mengawali hari liburan kali ini. Aku pun mulai berdamai dan mencoba membuka hati untuk hubungan aku dan mas Adam di mulai dari nol. “Saya senang, akhirnya melihat Tuan Muda dan Nona Muda seperti ini.” Asisten Bisma tersenyum bahagia. “Andai Tuan Adam menyadari sedari dulu, jika Nona Anna memang jodoh yang paling istimewa dari Allah, mungkin….” “Sudah, jangan dibahas, Bisma! Aku jadi merasa semakin bersalah, kalau diingatkan sepeti itu.” Mas Adam memotong ucapan Bisma dengan raut wajah menyesal. Sontak, asisten Bisma pun tertawa terbahak. Sedangkan aku, mengulum senyum melihat ekspresi air muka mas Adam. “Kalau begitu, aku mau pulang dulu, ya!” pamit asisten Bisma bangkit dari kursinya, seraya mengulas senyum dan menepuk bahu aku dan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN