Dua Puluh Dua

675 Kata

Gusti senyum-senyum sendiri di kasurnya. Tengkurap lalu telentang lalu senyum. Ia lakukan itu berkali-kali. Sesekali ia terbatuk. Bunda dan Alisha adiknya geleng-geleng kepala melihatnya lewat pintu kamar yang terbuka. "Cie... yang besok lamaran. Senyum-senyum sendiri." "Ish... ngiri aja loe dek. Makanya cari calon biar tau rasanya." "Yang ada juga gue dicari bukan nyari bang." "Nyari atau dicari kalau belum jodoh mah nggak bakal jadi." Bunda ikutan nimbrung. "Tapi kan usaha harus tetep Bun. Minimal perbaiki kualitas dirilah biar menarik untuk dicari." "Ngomong-ngomong soal memperbaiki diri, itu batuk jangan didiemin. Bunda perhatiin udah sebulan lebih tuh batuk kamu belum ilang juga. Ke dokter gih! Masa calon penganten penyakitan" "Iya Bun" ♡♥♡ Proses lamaran berlangsung lancar.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN