Delapan Belas

850 Kata

Satria duduk di dalam sel tahanan di sebuah kantor polisi. Wajahnya penuh lebam, ada luka di sudut bibirnya dan di pipinya, perutnya masih terasa sakit akibat pukulan dan tendangan Gusti. Satria sudah dalam keadaan sadar, pengaruh alkohol sudah hilang dalam dirinya. Ia merenung, ingatan tentang bagaimana ia berusaha memperkosa Sarah makin kuat. Ia mengutuk dirinya sendiri yang tidak mampu mengendalikan diri. Nafsu dan alkohol membuatnya lupa diri. Ia menyesali semua. Bagaimana kondisi Sarah? Aku bodoh, aku bersalah! "Argh!" Satria menarik rambutnya seraya berdiri. Bug! Bug! Satria memukulkan tangannya ke tembok Nyonya Wisesa dan dua pengacaranya datang ke kantor polisi. Mereka masuk ke bagian sel tahanan tepat saat Satria memukulkan tangannya ke tembok. "Menyakiti diri sendiri ngga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN