44 : JALANNYA MASING-MASING

2052 Kata

1986. Aini masih sangat ingat, tiga dasawarsa yang lalu ia mempunyai pendapat yang kaku bahwa cita-cita merupakan sesuatu yang wajib ia wujudkan, bagaimanapun caranya. Kini sudah dapat ditebak; ada saja anaknya yang juga beranggapan begitu. Walau sudah tak disetujui Yusuf, niat anak itu teguh untuk langsung bekerja sebagai supir angkutan umum—tanpa memedulikan kelanjutan studinya lagi. Berbeda dengan ketiga kakaknya; Fifi dan Ifa yang sudah lulus kuliah dan  bekerja, lalu Umam yang melanjutkan perkuliahan teknik-nya dengan jalur beasiswa, Asep justru lebih memilih langsung bekerja dengan alasan ingin mengumpulkan uang untuk membuka wirausaha, seperti abinya pada percetakan stensilan itu. Yah, niat yang bagus, memang. Namun seharusnya Asep tahu, jika mau menyisihkan sedikit saja uang sak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN