34 : SYOK

1116 Kata

Aini enggan membuka mulut sepanjang perjalanan pulang ke Sukabumi. Diantar Basri, di dalam mobilnya itu hanya Yusuf dan Adi yang bersuara. Sementara Aini—ia lebih memilih diam dan membuang pandang ke jendela. Sisa orang di mobil bukannya tidak mencoba menegur atau bersikap biasa seolah tak tahu apa yang Aini lamunkan. Mereka tahu, makanya diam. Mereka paham kalau Aini masih memikirkan kejadian tadi, di ruang interogasi. Penembakan seorang aparat oleh keluarga yang diinterogasi lah yang terjadi. Kerasnya suara peluru dimuntahkan dari pistol, teriakan, makian, dan rontaan si penembak terhadap aparat masih menyisakan rasa mencekam yang mengurung kesadaran Aini untuk menyadari kalau hari ini sebenarnya adalah hari besarnya. Tanpa Yusuf dan Adi tahu, diamnya ia sekarang adalah lebih kepada,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN