2 (Revisi)

1707 Kata
“Gua juga lagi nyari Sony.” ujar Andra. “Kenapa lo nyari Sony Ndra? Ada perlu?Ga biasa deh lo nyari dia." tanya Langit. “Gua tadi kayak sekilas ngeliat Galaksi sama Rora pas tadi gua lagi ngenalin koordinator yang lainnya. Mereka berdua ngikut anak-anak yang kurang peralatannya. Jadi gua cari di lapangan, tapi ternyata udah dibagi. Dan katanya yang gua kira kayak Galaksi sama Rora itu sama Sony.” ujar Andra menjelaskan. “Lo seriusan Ndra? Galaksi sama Rora?” tanya Rama kali ini. “Gua serius, kalo ga serius gua juga ga bakalan nyariin mereka sekarang.” jawab Andra. Kemudian mereka duduk terdiam, lalu Rega datang bersama teman-temannya. Rega pun teringat jika tadi Andra mencari Sony. Dan sewaktu akan ke kantin tadi Rega mendengar bahwa Sony ada di Rooftop Gedung Kampus. “Eh Ndra kebetulan lo disini, masih nyari Sony ga? Kalo iya, tadi gua denger-denger sih katanya Sony ada di Rooftop Gedung Kampus 1." ujar Rega. “Thanks ya Ga” ujar Andra yang langsung beranjak diikuti oleh Langit dan Rama. Mereka pun berjalan setengah berlari menuju ke rooftop takut jika mereka akan kehilangan Sony lagi. Tak lama kemudian, akhirnya mereka sampai juga di rooftop dan benar saja, disana sudah ada Sony, Galaksi, dan Rora yang sedang makan KFC dan minum Cola bersama-sama. Tentunya ketiga orang itu pun sangat terkejut melihatnya. “Galaksi." ujar Andra, Rama, dan Langit bersamaan. Membuat ketiga orang yang sedang makan pun menoleh ke pintu rooftop. “Yah udah ketahuan. Hai Andra, Rama, Langit. We meet again.” ujar Galaksi sembari tersenyum. Mendengar itu membuat Andra, Rama, dan Langit langsung menghambur ke pelukan Galaksi dengan cara rebutan. “Gila gua kangen banget sama lo woy. Astaga lo kok disini sih." ujar Andra. “HEH mana nih Andra yang tadi sok sokan jaim bhahahah gua ngakak tau ngga. Yes, i'm here.” ujar Galaksi. “Bacot lo woy. Itu mah acting lah.” jawab Andra. “Lo kemana aja sih Gal.” tanya Langit kali ini. “Biasa berkelana gua.” jawa Galaksi. “Berkelana-berkelana mbahnya.” jawab Rama. “Ini ga ada yang kangen sama Rora apa ya?” celetuk Rora sembari menyeruput Colanya itu dengan mata yang berkedip sangat lucu. Tentunya hal itu membuat ketiga orang yang baru saja bertemu dengan Galaksi langsung menatap ke arah Rora. Yang pertama kali sadar adalah Andra yang langsung memeluk Rora. “Princess Rora, Andra kangen.” ujar Andra masih memeluk Rora. “Ndra, ati-ati yang punya melototin tuh sekarang, jangan sampe kena bogem lo.” ujar Sony sembari menunjuk Galaksi yang berada tepat di belakang Andra. Andra pun langsung melepas pelukan itu dan menatap orang di belakangnya yang ternyata adalah Galaksi. “Sumpah? Lo sama Galaksi, Ra??” tanya Andra dengan terkejut. “Iye gua cowoknya, kenapa lo.” jawab Galaksi dengan nada becanda. “Anjirr kalah start sekaligus finish ini gua.” jawab Andra. “Tapi kalian kapan ketemunya?” tanya Rama dengan penasaran. Kemudian sisa waktu itu mereka gunakan untuk bercerita tentang Galaksi. Tentang dimana Galaksi sebelum ini, dan bagaimana Galaksi hidup sebelum ini. Sampai ke bagaimana bisa Galaksi bersama dengan Rora. Semuanya mereka ceritakan diwaktu senggang itu. “He udah bel loh sekarang tuh dengerin.” jawab Rora. Dan memang benar terdengar bunyi bel dan arahan untuk berkumpul kembali bagi mahasiswa baru. “Ya terus kenapa?” tanya Sony, Galaksi, Andra, Rama, dan Langit bersamaan. “Ya Rora sama Galaksi harus balik ikut ospek dong. Kan Rora sama Galaksi itu maba alias mahasiswa baru.” jawab Rora. “Ra, ketua BEM nya aja sama kita, udahlah sayang kita ga usah ikut aja. Diijinkan ini sama ketua BEM nya.” jawab Galaksi. “Iya Ra, udah ga usah ga papa. Kalian disini aja" jawab Andra. “Beneran nih? Seriusan?” tanya Rora. “Seratusrius!!” jawab Andra. “Oke deh kalo gitu Rora aja nih yang cerita yaa. Nanti kalian semua tinggal gebukin Sony atau Galaksi aja aahahahha.” jawab Rora. Kemudian Rora bercerita tentang Sony yang dulu pernah ke Jogja dan sudah bertemu dengan Galaksi serta Rora. “Wah kayaknya kita emang harus gebukin Galaksi sama Sony nih.” ujar Rama. “Ra, jangan dibocorin semua dong.” ujar Galaksi. “Ga papa sayang.” jawab Rora. Rora pun kembali bercerita tentang Galaksi dan Sony yang bermain dengan Rora dan teman-teman di Jogja. “Nah jadi pas kalian VC waktu itu sebenarnya pas kita main itu ada Galaksi, cuman Galaksi langsung ngacir kabur ke toilet waktu tau kalian VC.” ujar Rora. “Lanjut Ra, lanjut dong seru amat nih.” jawab Langit. “Kalian pasti dapet oleh-oleh yang berkoper-koper? Yang satu orang dapet satu koper? Waktu Sony pulang dari Jogja kan Sony bawa sekitar 20 koper tuh ya, nah itu sebenarnya dari Mama. Eh maksud Rora Mama Galaksi. Jadi Mama Galaksi beliin kalian itu semua. Makanya bisa kayak sesuai sama keinginan kalian kan." ujar Rora. “Mama Andra kangeeeen.” teriak Andra dengan nada haru dan hampir menangis. “Lo tega banget sih Son ga ngomong ke kita kalo lo udah ketemu Galaksi bahkan sejak dua tahun yang lalu.” ujar Langit. “Duh jangan ngehakimin gua aja dong, itu tuh Galaksi yang minta supaya gua ga ngasih tau kalian." ujar Sony. “Sorry ya guys, gua emang dulu belum siap aja balik ke masa gua yang itu. Tapi sekarang gua hayo hayo aja mau gimana juga. Gua udah ga papa, apalagi udah sama Roranya gua.” ujar Galaksi sembari mengusap lembut kepala Rora. “Pokoknya gua harus ngasih tau yang lainnya.” ujar Andra dengan semangat. Namun Galaksi terlihat mencegah Andra. “Ndra, bisa ga kalo lo ga ngasih tau, biar mengalir kayak apa adanya aja. Kayak lo ketemu gua tadi. Jadi mereka biar kaget gitu ngeliat gua.” ujar Galaksi. “Ya udah deh. Hayuk aja dah gua" ujar Andra. Hari itu pun selama setengah hari mereka habiskan untuk bercerita saja. Banyak sekali koordinator dan panitia yang mencari-cari keberadaan Andra, namun mereka tidak menemukannya. Selain itu beberapa panitia yang mengetahui bahwa tadi Sony membawa dua orang mahasiswa baru pun juga mencari-cari mahasiswa tersebut, karena setelah dengan Sony tadi mereka tidak menemukan kedua mahasiswa itu. Hari pun sudah menjelang sore, Andra mengajak Galaksi, Rora, Sony, Rama, dan Langit untuk turun dari rooftop. Andra mengajak mereka untuk pergi ke CafeJO untuk merayakan pertemuan mereka. Sebelum pergi ke CafeJO, Andra pergi ke ruang BEM FEB terlebih dahulu, karena kunci mobilnya tertinggal disana. Karena Andra yang pergi ke ruang BEM FEB membuat yang lainnya pun mengikuti Andra. Sesampainya Andra di ruang BEM FEB, banyak pasang mata yang menatapnya dan langsung mengutarakan berbagai pertanyaan, mengenai keberadaan Andra hingga mengenai menghilangnya dua mahasiswa baru yang tadi dibawa oleh Sony. Andra pun hanya menjawab dengan kata yang menenangkan mereka, dan soal dua mahasiswa baru yang mana itu adalah Galaksi dan Rora, Andra menjawab jika mereka dihukum oleh Sony. Setelah semua pembicaraan di dalam usai, akhirnya Andra keluar. Untung saja tadi tidak ada anak BEM yang keluar dari ruangan, karena di luar ruangan ada Sony dan yang lainnya, serta ada Galaksi dan Rora, mahasiswa baru buronan tadi. Jadi untuk saat ini mereka masih aman-aman saja. Mereka pun melanjutkan perjalanan, sesampainya di koridor terdapat tiga perempuan dari arah berlawanan mereka yang berlarian menghampiri mereka, saat itu Galaksi dan Rora tidak terlihat oleh mereka karena Galaksi dan Rora berada di belakang. Sampai pada akhirnya mereka pun sudah dekat, dan ketiga cewek itu berhenti ketika melihat siapa yang ada di belakang Andra dan yang lainnya. “What? Gila ini gua mimpi ga sih? Astaga gua mau pingsan rasanya.” ujar Rinai. “Itu Galaksi? Beneran eh? Gua ga mimpi kan ini?” tanya Rein. “Astaga ada Rora juga? Oh my ini sebenarnya mimpi atau bukan eh.” ujar Cinta. Mereka bertiga pun mendekat dan dengan tatapan melotot mereka bertiga serempak berteriak “OH MY GOD!!” “Hai Rinai, Cinta, Rein. We meet again” ujar Galaksi sembari tersenyum. Hal itu tak ayal membuat mereka bertiga mendekati Galaksi dan memeriksa segala bentuk muka dan badan Galaksi. “Galaksi ini seriusan lo? Astaga, finally setelah sekian tahun lo ngilang akhirnya sekarang lo muncul juga Gal.” tanya Cinta. “Iya dong, masa gua kembarannya Galaksi. Yeah, I'm here." jawab Galaksi sembari tertawa. “Gila lo tambah cakepp aja woyyy. Pangling dah gua.” ujar Rinai. “EHEM... EHEM... Ada Rora Cantik loh disini.” ujar Rora sembari melirik mereka. “EH IYA. ADA RORA. Tapi Rora ngapain disini?” tanya Cinta. “Rora kuliah dong sama Galaksi. Nih pakek baju maba.” jawab Rora. “WHAT KALIAN KULIAH DISINI?” tanya Rinai terkejut. “EH TAPI-TAPI TUNGGU DEH, RORA KENAL SAMA GALAKSI?” tanya Rinai lagi. “Gimana ga kenal orang pacaran juga kok mereka. Udah lama lagi pacarannya juga.” ujar Andra menjawab pertanyaan dari Rinai. Tentu saja hal itu menjadi suatu hal yang sangat dahsyat untuk Cinta, Rein, dan Rinai yang belum mengetahui semuanya. “WHAT!!! Are you kidding me?” teriak mereka bertiga dengan lantang. “Kenapa sih kok kalian kaget banget? This is rill, not kidding.” tanya Rora. “Hehehehe ga papa sih Ra, seneng aja gitu Galaksi bisa sama Rora.” jawab Cinta. “Bentarrr gua mau kabarain yang lain dulu, bentar gua mau chat grup.” ujar Rinai yang langsung dicegah oleh Galaksi. “Jangan Nai." ujar Galaksi yang membuat Rinai, Rein dan Cinta menjadi bingung. “Kenapa, Galaksi? Kan lo udah disini, masa yang lainnya ga dikasih tau sih.” ujar Cinta dengan bertanya-tanya. “Biarin ini jadi surprise, kayak gua ke kalian tadi. Tadinya juga Andra, Langit, sama Rama ga tau. Terus ya mereka tau sendiri.” jawab Galaksi menerangkan. “Terus Sony?” tanya Rein. “Emang kurang ajar tuh orang.” ujar Rama kepada yang lainnya sambil menunjuk Sony. “Lah kenapa emang Ram?” tanya Rinai. “Udah nanti aja ceritanya waktu di CafeJO aja.” ujar Andra. “Wih kalian mau ke CafeJO kenapa ga bilang dari tadi sih." ujar Rinai yang memang menyukai makanan dan minuman di CafeJO. “Ya lo nya kebanyakan omong woy." jawab Langit. “Ya maap.” ujar Rinai. “Udah yuk berangkat.” jawab Galaksi. Mereka pun pergi menuju ke CafeJO Bersama-sama. Mereka terlihat sangat bersemangat kalo ini.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN