Melepaskan Kewajiban

1207 Kata

33 Alunan lagu romantis yang terdengar dari alat pemutar musik ternyata tidak mampu meredam gelora kedua tubuh yang bergelut di ranjang. Desahan berpadu dengan geraman mengiringi penyatuan pasangan yang tengah dimabuk asmara. Kala semuanya usai, mereka masih saling menempel, seolah-olah enggan untuk berpisah. "Kev, minggir," pinta Aruna. "Bentar dulu, Sayang," sahut Keven yang masih menenggelamkan wajah di leher sang istri. "Berat!" "Tadi nggak protes berat." "Beda dong." Keven menggeser tubuh tetapi tetap melingkarkan tangan di pinggang perempuan tersebut yang berkeringat. Pria itu mengatur napasnya yang memburu sambil mengusap-usap perut Aruna yang tengah memejamkan mata. "Honey, aku pengen kamu segera hamil," ucap Keven yang membuat Aruna membuka mata dan menoleh ke arah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN