Termometer

1569 Kata

40 Pagi itu Aruna bangun dan langsung bergerak memasuki kamar mandi dengan langkah pelan. Dia tidak mau bila Keven akan terbangun dan memergokinya tengah melakukan sesuatu. Perempuan itu melakukan tes di ketiga alat sekaligus, lalu menangis sambil menutupi mulutnya agar tidak bersuara setelah melihat hasilnya. Beberapa belas menit kemudian Aruna keluar dengan tubuh berbalut handuk dan wajah semringah. Perempuan itu segera mengenakan pakaian, baru kemudian membangunkan Keven dengan kecupan lembut di pipinya. "Honey, bangun," bisik Aruna. "Hmm?" Keven membuka sebelah mata, lalu mendengkus pelan karena masih merasa mengantuk. "Jam berapa?" tanyanya di sela-sela menguap. "Jam tujuh. Hari ini kamu ada meeting jam sepuluh." "Biarkan aku tidur sebentar lagi, Na." "Ada yang mau kuperli

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN