Berdamai Dengan Hati

1604 Kata

BYG 57 Aruna terperangah dan tidak bisa berkata-kata. Perempuan itu berusaha menenangkan diri karena rasanya tidak sopan bila mengabaikan panggilan dari ibu mertua. Aruna menarik napas dalam-dalam dan mengembuskannya perlahan, sebelum bersiap untuk berbincang dengan Faranisa. "Halo, Ibu. Apa kabar?" tanya Aruna. Hatinya berdebar-debar menunggu orang di seberang sana menanggapi ucapannya. "Tidak terlalu baik, karena ... ibu sendirian di sini. Kesepian," lirih Faranisa sambil menyusut sudut mata yang bersiap-siap menumpahkan air. Aruna terdiam, dia memahami maksud perkataan perempuan paruh baya tersebut. "Maaf, aku belum bisa mengunjungi Ibu," ungkapnya. "Iya, ibu paham." Faranisa mengarahkan pandangan pada foto di tangan kiri, lalu berkata, "Walaupun terlambat, ibu mau ngucapin sel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN