48 "Maaf, tadi saya nggak sengaja ngomong gitu, padahal maksud saya beda," ucap Brian sambil menoleh ke kiri. Aruna mengangguk memahami maksud pria tersebut. "Iya, Pak. Nggak apa-apa," jawabnya. "Tadinya saya mau nyebut kamu adik saya, tapi yang kesebut malah ... istri." Pria itu kembali mengarahkan pandangan ke depan, menggerutu dalam hati karena merasakan bila wajahnya kini memanas sebab menahan rasa malu. Aruna manggut-manggut. Dia tidak mau memperpanjang hal sepele itu karena menurutnya Brian hanya salah sebut. Perempuan itu mengedarkan pandangan ke sekitar yang tampak sepi. Koridor yang mereka lalui ini memang paling sepi karena menuju ke ruang kelas utama rumah sakit. Aruna mengetahui bila jabatan Brian di kantornya cukup penting, sehingga sangat wajar bila dirinya dan kelua

