penyesalan leo

1153 Kata
Kalau boleh tau siapa nama pengusaha muda yang di jodohin sama fani, "tanya leo penasaran. Gue gak tau nama nya siapa, yang gue tau nama bokap nya bram hadi wijaya, dia punya anak tunggal yang sukses jadi pengusaha muda, "sahut mona. "Deg... Jadi gue sama fani di jodohin, kalau dia tau laki laki yang di jodohin sama dia itu gue gimana ya, apa dia akan tetep menolak, "batin leo. Yaudah gue mau masuk mau istirahat capek gue abis kerja seharian, "pamit mona. Iya gue juga mau istirahat besok mau cari kerjaan, "sahut leo. Mereka pun akhirnya masuk ke kamar mereka masing masing, leo masuk ke kosan cowok sedangkan mona masuk ke kosan cewek. Pagi ini hari yang berat bagi leo, pasal nya hari ini ia harus mencari pekerjaan, leo pun bangun pagi pagi untuk mencari pekerjaan sedangkan ia sampai siang belum mendapatkan pekerjaan, semua perusahaan yang ia datangi menolaknya. Kalau aku tak keluar dari rumah mungkin tak akan begini nasibku, mau nyesel juga terlambat. Mau cari kerjaan di mana lagi gue, udah di tolak terus padahal mereka udah kenal ma gue apa lagi pemilik perusaan temen bokap, kenapa gue gak di terima kerja di perusahaan nya coba, "batin leo. Tiba tiba ada motor matic yang mendekati leo saat leo sedang duduk di pinggir jalan, ya itu fani yang tak sengaja melihat leo duduk di pinggir jalan fani pun mencoba bertanya pada leo. Ehh leo ngapain kamu di pinggir jalan, "tanya fani. Gue abis cari kerjaan, "sahut leo. Udah dapet, "tanya fani. Belum gue di tolak i terus, "sahut leo dengan menunjuk kan kesedihan nya. Yasudah ayok pulang ke kosan bareng, pasti lho capek kan abis keliling cari kerjaan, "ajak fani. Leo pun mengiyakan pasalnya saat ini iya bener capek mencari pekerjaan tapi belum dapet juga. Sesampainya di kosan leo pun di ajak fani untuk duduk sebentar. Leo lho mau cari kerjaan apa emang, "tanya fani yang membuka obrolan duluan. Gue mau cari kerjaan di kantor mangajukan sebagai sekretaris atau menejer tapi semua menolak, yang ada gue malah di tawarin jadi ob, "sahut leo. Bukanya bersyukur udah di kasih kerjaan meskipun cuman ob, di luaran sama banyak yang kesulitan cari pekerjaan, "sambung fani. Ya abis masak aku jadi ob sih, "sahut leo yang merasa gengsi dengan pekerjaan itu. terus lho mau kerja apa sekarang apa lho udah dapet kerjaan, "tanya fani. Ya belum dapet sih, cuman besok gue mau usaha cari lagi, "sahut leo. Yaudah gue doain moga besok lho dapet kerjaan ya, "ucap fani. Ehemm... ngomongin apa hayo, "tanya mona yang tiba tiba muncul. Gak ngomongin apa apa, "sahut fani yang terus masuk meninggalkan mona. Leo yang merasa kelelahan mencari pekerjaan juga meninggalkan mona, leo memilih masuk dan istirahat. Gue baru sampai kok malah di tinggal sih, "gerutu mona yang kesal. Setelah bekerja fani pun memilih istirahat karna badan nya sudah capek seharian kerja, walaupun saat ini ia bekerja di minimarket setidaknya ia punya penghasilan sendiri, dan tak meminta uang dari papa nya lagi. Fan, lho entar malem ada acara gak? gue pengen kita jalan jalan, "ajak mona yang merencanakan sesuatu untuk sahabat nya. Gak sih, emang kenapa?, "tanya fani. Gue mau ngajak lho jalan, mau ya plese, "ajak mona memohon agar fani mau. Yaudah gue mau ikut tapi jangan malem malem ya, karna besok gue ada acara, "sahut fani. Acara apa kok tumben lho gak cerita hayo, "tanya mona. Gak usah kepo, entar malem jadi gak lho ngajakin gue? takutnya php gue di tinggal klau lho ketemu gebetan lho. Gak malam ini rencananya khusus buat lho. Gue curiga nih sama lho, kayak nyium bau yang mencurigakan, atau lho punya rencana jahat ya. Hehh, gue tu sahabat lho mana mungkin punya rencana jahat, yang ada gue punya rencana baik. Malam harinya mona pun mengajak fani pergi ke taman pinggir kota, karna untuk mereka yang punya uang pas pasan tak mungkin pergi ke tempat mewah. Fan, gue kan dah lama jadi sahabat lho kenapa lho gak pernah ngajak ngue ke rumah lho, "tanya mona sambil duduk di taman sambil nunggu bakso yang mereka pesan pada kang bakso yang ada di taman tersebut, di taman banyak penjual makanan, mereka memilih memakan bakso langganan mereka. Gue mau ngajak lho ke rumah gue, tapi ingat ya mulut lho jangan ember, "sahut fani. Emang kenapa, "tanya mona yang biasa suka kepo. Apa lho malu nunjukin rumah lho yang baru, secara bokap lho kan sudah bangkrut, "tanya mona. Lho dapat info dari mana bokap gue bangkrut, "tanya fani. Gue dapat info dari mantan lho, "sahut mona. Ohh, jadi lho ada hubungan sama dia, "tanya fani. Gue gak ada hubungan sama mantan lho, "sahut mona. kalau lho ada hubungan juga gpp kok, "timpal mona yang matanya mulai berkaca kaca. Gue beneran deh gk ada hubungan sama dia, kemarin gue gak sengaja ketemu dia, terus dia nanya bokapnya fani beneran bangkrut apa gak, gitu doang fan beneran deh, "jelas mona. "Emm..."sahut fani. Lho masih sayang ya sama davit, "tanya mona. Gue tu sayang banget sama dia, gue tulus sayang sama davit tapi apa balasan nya gue di selingkuhin, "jelas fani yang kini mulai menangis. Udah neng jangan nangis ini baksonya sudah siap, "kata pedagang bakso itu sambil menyerahkan dua mangkuk bakso yang masih hangat. Udah fan jangan sedih, mending kita makan dulu bakso nya entar keburu dingin, "ajak mona. Mereka pun akhirnya makan bakso sambil menikmati pemandangan langit yang cerah dengan bintang bintang yang terlihat indah. Kalian makan apa, "tanya seseorang yang tiba tiba menghampiri mereka. Makan bakso nih, kamu mau juga?, "tanya mona. Gue gak pernah makan bakso, "jelas leo yang dirinya tak pernah memakan bakso. Seriusan lho gak pernah makan bakso, "tanya fani. Iya serius, gue gak pernah makan bakso, "sahut leo. Kayak orang kaya aja gak pernah makan bakso, "sahut fani. Gue curiga nih sama lho, apa jangan jangan lho anak orang kaya, "kata mona. Gue bisa makan nasi aja udah bersyukur apa lagi buat beli jajanan kayak gini, "sahut leo yang takut identitas aslinya terbongkar. Udah deh kita jangan suuzon sama leo, mungkin dia bener cukup buat makan nasi aja udah bersyukur jangan kan buat beli jajanan gitu kali ya, "kata mona yang tak mau berfikir yang gak gak. Yasudah pak nambah satu bakso nya, "pinta mona pada penjual bakso. Iya neng, "sahut kang bakso nya. Lho masih kurang makan semangkuk, "tanya leo. Itu buat kamu, biar kamu ikutan kita makan bakso, "jelas mona. Gue gak suka bakso, "sahut leo. Kalau belum di coba jangan bilang gak suka, "sahut mona. Sedangkan fani hanya melihat dua orang ngobrol, ia tak mau ikutan karna dia sedang asyik menikmati baksonya. Ini neng bakso nya sudah siap, "kata kang bakso sambil menyerahkan semangkok bakso yang masih hangat. Udah makan aja bakso nya enak kok, "pinta mona. Leo pun akhirnya mau memakan bakso tersebut, walau ini pertama kalinya ia memakan bakso. Rasanya enak juga meskipun bakso di pinggir jalan, "batin leo. Mereka pun memakan bakso dalam diam, tak ada yang membuka obrolan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN