9.

2239 Kata

Nasya masih setia menunggu Nizar pulang. Ia masih duduk manis di sofa ruang tamu rumah Nizar lengkap dengan piyamanya. Jujur saja matanya sudah berat sekali ingin memejam, tapi mana mungkin ia bisa tidur sementara suaminya belum pulang. Sebenarnya waktu masih menunjukkan pukul setengah delapan malam, namun rasa kantuk yang menyerang Nasya rasanya tidak dapat ditahan lagi karena ia memang bangun sangat pagi untuk persiapan pernikahannya yang hampir saja gagal itu. "Assalamualaikum.. " Ucap Nizar ketika masuk ke dalam rumah. Tidak ada jawaban, padahal seingatnya sudah ada orang lain selain dirinya di rumah ini. Dengan langkah pelan Nizar mengampiri Nasya yang masih terlihat duduk namun tidak menjawab salamnya. Dan ya, Nizar melihat istrinya itu tengah tertidur dalam posisi yang Nizar r

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN