Dengan masih memakai sarung dan baju kokonya, Nizar sudah membelah jalanan ibukota untuk mencari keberadaan istrinya. Kekhawatiran memenuhi pikiran dan hatinya sekarang. Nizar bingung harus mencari Nasya kemana. Dia bahkan tidak mengenal siapa teman-teman Nasya. Sekarang semakin sulit untuknya mencari keberadaan istrinya itu. Setelah cukup lama menyusuri jalanan, Nizar berinisiatif mencari Nasya di rumah sakit tempat Nasya bekerja. Nizar juga tidak tahu apakah Nasya sudah ada jadwal praktik atau belum. Tapi bisa jadi Nasya ada di sana untuk bertemu sahabatnya, pikir Nizar. Nizar pun sampai di rumah sakit tempat Nasya bekerja. Ia langsung memarkirkan mobilnya dan segera masuk ke dalam rumah sakit tanpa memikirkan penampilannya yang masih berbalut dengan sarung dan baju koko. Sesampain

