Pagi ini Nasya menatap nanar ke arah Nizar yang sedang menyiapkan diri untuk berangkat ke bandara. Ya, hari ini adalah waktunya Nizar untuk meninggalkan Nasya. Sebelumnya Nasya memang sudah senang karena mendapat sebuah janji dari Nizar. Namun ia kembali bersedih karena ternyata Nizar akan pergi pagi ini juga. Semalaman Nasya terus saja menangis karena benar-benar akan ditinggal oleh Nizar mendadak seperti ini. "Mas Nizar beneran hari ini perginya Mas? " Tanya Nasya yang masih setia duduk di ranjang seraya memperhatikan Nizar. "Iya. Kamu sendiri yakin gak mau nginep di rumah kamu aja? " Jawab Nizar. "Rumah Nasya yang mana Mas? Ini rumah Nasya. Emang rumah yang mana lagi?" Jawab Nasya sedikit ketus. Sejak menikah, Nasya memang tidak suka bila rumah bundanya itu disebut rumahnya. Bag

