Hari ini aku bangun lebih awal, waktu masih menunjukkan pukul empat pagi namun mataku sudah tidak bisa lagi terpejam melainkan sedang memperhatikan lelaki yang hampir sebulan ini mengisi hari-hariku. Dia adalah Mas Nizar, suamiku. Ya, tidak terasa sudah hampir sebulan kami menikah. Aku merasa sangat beruntung bisa menikah dengan Mas Nizar. Dia adalah laki-laki yang sangat baik. Selama hampir sebulan ini Aku tidak pernah mendengarnya marah, jengkel, apalagi sampai berkata kasar kepadaku. Padahal aku sangat sadar bahwa sifatku ini sangat kekanak-anakan. Aku akui aku memang gadis yang sangat manja. Apalagi sekarang, entah kenapa aku merasa aku semakin manja setelah menikah dengan Mas Nizar. Dan dengan sabar Mas Nizar menghadapi sifat manjaku itu. Berhubung hari ini Mas Nizar libur, aku

