Entah apa yang kini harus dirasakan Ken detik ini juga, ia masih bersembunyi di balik pohon dengan perasaan yang hanya bisa di rasakan olehnya sendiri. "Penghianat," satu ucapan yang sungguh menyesakkan d**a mendengar semua itu. Ingin sekali rasanya pria itu meninju, menghancurkan habis seluruh organ tubuh Roger atau setidaknya memberi hukuman yang setimpal saat ini juga. Namun semua itu juga tidak mungkin membuat kerusuhan di tempat pemakaman Jesseli. "Nikmati sisa hidupmu Roger," Ken berjalan pergi menuju mobil. Pria itu memutar mobilnya dan melajukan cepat di persimpangan jalan yang terlihat sedikit sepi, ia berhenti sejenak dan menatap kosong jalanan di depan dengan mata yang sedikit berkaca-kaca. Tak terasa air mata telah mengalir di kedua pipi Ken. "Akulah penjahatnya," Ken sama s

