Bab 21

994 Kata

Memang saat ini kondisi Roger bisa dikatakan mabuk, tapi setidaknya ia masih mempunyai sedikit kesadaran entah berapa persen. "Aahh, memangnya apa yang kau dengar Ken?" Roger mengatur duduknya menghadap Ken sedikit grogi. "Tadi aku mendengar kau menyebut nama Jesseli, aku tidak terlalu mendengar tapi bisa kau ucapkan lagi Roger?" Ken duduk di sebelah Roger dengan mata yang sudah sedikit memerah. Roger mengatur nafas sedikit demi sedikit. "Tadi aku berkata bahwa Grace lah yang membunuh Jesseli Ken dan tentu aku juga turut bersedih bukan?" Roger berharap Ken memang tak pernah mendengar perkataan yang baru saja ia lontarkan. "Kau benar Roger, aku takkan pernah bisa lagi memaafkan jalang itu,"menepuk pelan pundak Roger. "Baiklah mari kita lanjut kan, aku ingin mabuk hingga pagi hari, "tawa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN