Rena tersadar dari lamunannya saat sebuah notifikasi masuk ke ponselnya. Dia menatap benda pipih itu sekilas, lalu mengambilnya perlahan. Saat dibuka, sebuah chat dari nomor gak dikenal masuk ke ponselnya. [ Rena, aku ingin bertemu denganmu. Aku tunggu di kafe Milano, jam 4 nanti. Selina] Mata Rena terperangah saat melihat siapa pengirim pesan tersebut. Jantungnya berdebar tak karuan. "Mau apa, dia?" gumam Rena. Walau hatinya enggan, tetapi rasa penasaran lebih mendominasi. Rena berencana datang ke tempat itu. Pukul tiga, Rena sudah bersiap. Dia mondar-mandir, memikirkan tentang apa yang akan dikatakan pada wanita itu. Dengan menggunakan taksi online, Rena pergi ke kafe yang berjarak tujuh kilometer dari rumahnya. Saat turun dari taksi, jantungnya makin berdebar. Entah dia harus

