Aldrich, Jazlyn, Daren, dan tiga iblis lainnya masih di dalam ruangan yang sangat berantakan. Tiga iblis bawahan Daren terus menatap kapsul waktu milik Jazlyn. Mereka terkagum melihat benda besi itu. Tentu saja rasa penasaran masuk ke dalam otak semua iblis yang ada di sana. Jazlyn tak gentar dengan pandangan Aldrich yang tajam seperti pedang. Sekarang, ia menjadi pusat perhatian. Dimana dirinya berstatus sebagai tahanan dari masa depan. Sungguh ironis bukan! Pikirannya melayang hingga ke meja hijau. Di saat genting sekalipun, Jazlyn masih bisa berpikir konyol. Ia tak pernah sekalipun terlalu memperdulikan sekitar, tapi tidak untuk saat ini. yang ada dibenaknya adalah tempat untuk kembali. “Aku akan memberitahumu.” Tak apalah sedikit kebenaran di bumbui kebohongan. Yang penting Aldri

