Sean sudah sampai di mansion Theodor dengan susah payah, meskipun perjalannya tak begitu jauh, tapi tenaganya seakan terkuras habis. Tubuh pun kaku seperti mayat hidup. Yang dibutuhkannya adalah segera istirahat untuk memulihkan kondisi badan. Seorang pengawal yang melihat Sean dari jauh langsung berteriak dengan keras. Para pengawal lainnya pun berbondong-bondong menuju ke sumber suara. Betapa terkejutnya mereka melihat anak majikan terluka marah. Dengan tergesa-gesa, para pengawal itu pun segera membawanya masuk untuk mendapatkan pertolongan pertama. “Nyonya tak ada dirumah. Bagaimana ini?” kata sang kepala pelayan dengan cemas. Gissila sudah pergi sejak pagi karena mengurus sesuatu. Kemungkinan kembali untuk beberapa hari kedepan adalah mustahil. Biasanya, wanita itu akan menghabi

