Ruangan remang sedikit gelap menjadi tempat menyeramkan bagi para manusia yang memiliki phobia kegelapan. Lilin kecil berada ditengah di padu dengan aroma terapi membuat sang penghirup melayang ke awan. Seorang pria duduk menghadap ke arah ranjang sambil terus mengawasi gadis yang diikat. Seutas senyum terbit sampai menimbulkan pipi lesung sehingga tampak menawan. Sosok itu, seperti seorang pangeran dengan lebel bangsawan tertinggi di sebuah kerajaan. Salah satu pengawal setianya muncul di samping lalu menunduk hormat, “Yang Mulia,” panggilnya dengan sopan. Pria itu menoleh, “Katakan... jangan formal padaku, Billy.” Billy masih enggan untuk bersuara karena situasi mereka berada di istana. “Panggil namaku, Billy.” Pria itu tidak suka ada pembatas antara dia dan Billy. “Arsen.” Akhirny

