“Kamu tadi tidak mengatakan perihal kita berdua kan kepada dia?” tanya Cila saat dia dan Reynart sedang dalam perjalanan pulang. “Tadinya aku ingin memberitahunya, tapi tidak jadi karena aku pikir akan jauh lebih baik jika kita menyelesaikan masalah kita berdua lebih dulu. Jika waktunya sudah tepat, aku akan memperkenalkanmu.” Cila mengangguk setuju. Lalu ponsel wanita itu pun berdering. Dengan sigap dia pun mengangkat panggilan dari Clif. “Halo, Clif.” Reynart melirik sebentar ketika nama itu disebutkan, lalu dia kembali fokus ke jalanan. Tentu saja dia memasang baik-baik indra pendengarnya di sana. “Kamu sudah pulang kerja?” tanya suara berat khas seorang pria di seberang. Cila mengangguk meskipun Clif tak mungkin melihatya. “Ya. Ada apa, Clif?” Tidak langsung ada jawaban, nam

