Mengendapkan rasa kesalnya, Cinthya menggeser duduknya, agar memangkas jarak dengan Elang yang tampak diam. Pria itu sama sekali tak melakukan inisiatif untuk membujuknya. Ish! Kenapa jadi Elang yang marah? Baiklah. Menelan segala kedongkolan yang bercokol di hatinya, Cinthya berusaha membujuk Elang. Setidaknya, agar tak lagi bersikap dingin terhadapnya. Mengalungkan kedua tangannya, bertepatan dengan pintu ruang kerja Elang yang tiba-tiba terbuka, tanpa lebih dulu diketuk. Sontak saja, hal tersebut membuat Elang terkejut sekaligus panik. Refleks, dia melepas paksa kedua tangan Cinthya yang memeluk lehernya. Mungkin karena tenaganya terlalu keras, hingga membuat Cinthya terdorong kuat hingga terjengkang. "Lang? Loh, ada tamu?" Zafran menaikan satu alis mata, mendapati wajah pucat cucu

