Alexa merubah posisi berbaringnya menjadi tengkurap. Berharap kantuk bisa segera datang dan menyeretnya dalam lelap. Sayangnya, sudah hampir sepuluh menit, mata yang ia pejamkan secara paksa, kembali terbuka. Mengela napas gusar. Gadis itu kembali merubah posisi berbaringnya menjadi terlentang. Menatap langit-langit kamar yang kini dalam keadaan temaram. Mengingat, lampu utama sudah dimatikan. Dan hanya menyisakan cahaya lampu tidur yang sengaja dibiarkan. Resah membuatnya sulit untuk tidur. Hal tersebut bahkan merongrongnya sedari masih di markas para ayah angkatnya. Permintaan Tio dan Bimo agar membawa Elang untuk menghadap mereka, kembali bergentayangan di benaknya. Apa yang harus Alexa sampaikan pada Elang? Apa pria itu bersedia datang? Bagaimana jika Elang sama seperti para pria

