Setelah pergi tanpa tujuan dan hanya untuk mengenyahkan rasa bosan, Alexa pulang ke markas. Baru saja sampai teras, tubuhnya kaku, menatap sebuah mobil mewah yang tentu saja tak asing untuknya, terparkir angkuh, berdampingan dengan kendaraan milik para ayahnya. Tiba-tiba saja, rasa takut merongrong hati gadis itu. Dengan tergesa, Alexa mengayunkan langkah memasuki markas dengan setengah berlari. Bayangan perdebatan panas yang pernah terjadi antara Opa Cakra dan ketiga ayahnya, kembali terputar di kepala. Kali ini, apalagi yang akan mereka ributkan? Atau masih tentang persoalan yang sama? Mempertanyakan keaslian hasil tes DNA yang dijalaninya? Lalu, untuk apalagi Opa Cakra ke markas para ayahnya? Alexa kira, pria sepuh itu tak lagi berminat untuk menginjakan kaki di sini. Segera ber

