"Gugup?" Mengerjapkan mata, Elang menolehkan kepala. Menatap Alexa yang tersenyum miring dengan satu alis mata terangkat. Ya. "Tidak." Elang tak mungkin mengatakan hal yang sejujurnya. Dia harus menyembunyikan resah yang mengusiknya, bahkan selama perjalanan menuju tempat tinggal para ayah angkat gadis itu. Alexa mengangguk sembari ber'oh panjang. Sebelum kemudian menepuk pelan pundak Elang, "ayo kalau begitu. Kita temui para bokap gue." Melepas sabuk pengamannya. Alexa turun lebih dulu dari dalam mobil. Lalu di ikuti Elang setelahnya. Pria itu mengernyit heran, mendapati tempat tinggal para ayah angkat Alexa. Sedikit mendongakkan kepala, Elang memerhatikan sebuah bangunan tua berlantai dua. Tampak besar walau cukup suram. Ada beberapa kendaraan yang terparkir di halaman depan. Entah

