Istri Badung - 22

1892 Kata

"Tidak apa-apa, Sayang. Kamu akan baik-baik saja." Cakra meraih tangan kanan Alexa yang terasa dingin dan berkeringat, untuk digenggamnya. Mereka dalam perjalanan pulang. Setelah dari rumah sakit, untuk menjalani tes DNA. Mengela napas panjang, Alexa mengangguk-anggukkan kepala. Ini bahkan baru tes, tapi tubuhnya sudah diterjang gelisah. Entah bagaimana nanti, jika hasilnya sudah keluar. Alexa harap dia tak pingsan. "Opa?" Panggilnya pelan, membuat Cakra menoleh kearahnya, "bagaimana bisa melakukan tes DNA, bukankah putri dan menantu Opa, sudah meninggal?" Selang satu detik usai melempar tanya, rasa sesal tiba-tiba bergelayut. Astaga Al, kenapa bertanya seperti itu? Mau bagaimana lagi? Dia benar-benar merasa penasaran. Apa kuburan putri dan menantu Opa Cakra dibongkar untuk diambil

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN