Elang tak bisa menahan diri untuk ikut merekahkan senyuman, mendapati kebahagiaan yang terpancar dari wajah sang mama. Wanita paruh baya itu begitu semangat untuk ikut andil mempersiapkan pernikahannya dengan Alexa. "Ma," panggilan Elang membuat atensi Dela teralihkan dari kesibukannya yang tengah melihat daftar undangan. "Kenapa Lang?" Elang berjongkok agar bisa mensejajarkan diri dengan Dela, yang duduk di kursi rodanya. Meraih tangan wanita paruh baya itu dan memberi tatapan hangat, "jangan terlalu lelah. Biar Elang saja yang urus semuanya." "Mana mungkin Mama cuma diam untuk hari penting kamu, Lang?" Elang sudah membuka mulut, bersiap untuk membantah, tapi Dela menginterupsi ucapannya, "Mama bahagia bisa ikut andil untuk pernikahan kamu dan Alexa. Jadi, jangan khawatirkan apa pu

