“Kamu Anatasya?” ujarnya lembut. Aku mengangguk. “Di mana Pak Alex?” “Dia sedang meeting, mungkin malam baru akan selesai.” “Jadi Anda yang memanggil saya?” Melody mengangguk. “Namaku Melody, panggil saja aku Ody. Ada yang ingin aku bicarakan padamu. Duduklah.” Gadis itu beranjak lalu duduk di sebuah sofa dengan anggun. Walau ragu aku pun duduk di dekatnya. Ada rasa tidak suka saat gadis itu menatapku. Bayang-bayang kedekatan Alex dan Melody kembali menghantui. Tidak masalah jika mereka sebatas saudara kembar tapi hubungan mereka melebihi itu. “Terjadi kesalahan dalam hubungan kami. Apa Alex sudah menceritakannya?” Aku mengangguk, membenarkan ucapan Melody. Entah kenapa aku merasa enggan untuk melihat wajah Melody yang membuatku bad mood. Baik, Melody tidak salah tetapi aku tidak b

