"Memangnya apa yang terjadi sebenarnya, Kak?" tanya Ane saat mendengar semua ucapan Siska yang sepertinya ditujukan untuk Nada. Nada menundukkan kepalanya saat dia tak punya ide untuk membalas ucapan Siska yang memang benar adanya. Bianca tak pernah menyakitinya dan selalu meminta Siska bersabar menghadapinya. Bukan kata siapa pun, melainkan Nada mengetahui itu sendiri, tetapi dia enggan membuka hatinya. Dendamnya pada Bianca sudah terlalu dalam dan tak bisa dimusnahkan begitu saja. Siska menghadap ke arah Ane yang sepertinya mulai sadar. "Kakak harap setelah ini kamu sadar, Ne, karena apa yang akan keluar dari mulut Kakak adalah kebenaran!" ucap Siska sembari berjalan mendekati Ane dan menarik lengan Nada pelan. Siska ingin Ane melihat yang sesungguhnya dari Nada bahwa orang yan

