Pagi tiba, terlihat dua insan sedang tertidur dalam satu selimut dalsm keadaan yang belum berbusana, siapa lagi jika bukan Sultan dan Humaira. "Bang ..bang .." Humaira membangunkan Sultan yang masih tertidur pulas. Bagaimana tidak senyenyak itu, mereka baru saja tidur menjelang dini hari. ",Ya...udah pagi ya?" Sultan membuka kedua matanya sembari menahan ngantuk yang amat sangat. Tubuhnya pun sangat lelah akibat pertempuran panas yang terulang hingga tiga kali itu. Sultan begitu kalap hingga melahap bunga desa seperti Humaira tak tanggung-tanggung. "Ya bang, Maira telat masak." Cicit wanita itu dengan wajah panik. Sultan malah terlihat lebih santai. Pasalnya sebelum turun ia sudah mengirimkan pesan pribadi ke ponsel rahasia sang majikan. "Tidak apa-apa, santai saja. Hari ini kau hanya

