13

1100 Kata

"Loh Raf, tumben ke sini? kangen istri ya?" Redanti tersenyum lebar melihat tubuh jangkung adiknya yang berjalan dengan wajah lelah dan duduk di depannya tanpa berbicara. "Ngapain wajah kamu kusut gitu, udah ketemu istri di depan?" Rafli hanya mengangguk. "Kenapa sih kamu?" "Tiara." Redanti kaget, mengapa nama itu muncul lagi? Bukankah nama itu yang telah membuat Rafli seperti orang kesakitan? "Ngapain kamu nyebut nama wanita yang cuman bikin kamu kayak orang gila?" "Dia muncul lagi, di hadapanku, kerja sama dengan perusahaan bosku, malangnya aku akan sering ketemu dia." Redanti memegang lengan adiknya yang terjulur di meja kerjanya. "Kamu jangan macam-macam aku yakin dia akan segera punya anak kan pas ninggal kamu dia sedang hamil sama laki-laki lain." Rafli mengangguk, ia melepa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN