"Silvi?" Silvi menoleh dan wajahnya membeku saat mendapati wajah yang tak ingin ia lihat lagi, kalaupun beberapa waktu lalu bertemu di rumahnya itupun karena keadaan yang tidak memungkinkan, hingga mau tak mau ia harus berbasa-basi. Silvi tak menyahut, ia hanya berlalu namun Restu tetap mengekor di belakangnya. "Kau tak ingin membalas sapaku?" "Aku tak mengenalmu! Minggir aku mau lewat." "Sil dengarkan aku!" Silvi mempercepat langkah ke arah kasir segera membayar dan menuju Rafli yang menunggunya di area parkir, ia tak tahu jika Rafli melihat semua yang telah terjadi antara dia dan Restu. "Bertemu mantan? Dan kau tak mengatakan apapun padaku padahal kalian jelas-jelas berbicara dan bertemu di rumah? Lalu kau anggap aku apa?" Silvi terkejut saat ia diberondong pertanyaan oleh Rafli

