"Untuk sementara, kata Mas Abdi kemana-mana kita dikawal, ngantar kamu dulu, baru setelah itu ke kantorku." Silvi diam saja, ia baru saja selesai mandi, masih menggunakan bathrobe dan melembabkan badannya dengan body lotion. "Maafkan aku, tak akan aku ulangi, aku tahu ini tidak benar tapi sekali lagi, aku tak punya perasaan apapun lagi padanya." "Hmmm." Rafli mendekati Silvi lalu meraih body lotion dari tangan istrinya. "Jangan ganggu aku, aku dengar yang Mas bicarakan, aku tak menanggapi karena memang tak perlu ditanggapi." "Tapi kau mengacuhkanku." Silvi berdiri, menatap Rafli yang jauh lebih tinggi darinya hingga ia mendongak. "Seperti itu rasanya aku diacuhkan sama Mas saat Mas masih konsentrasi mikir mantan Mas dan akhirnya timbul bencana ini, kita baruuuu saja nikah baru bebe

