Rutinitas keseharian Zahra pun mengalami perubahan seiring perubahan pada tubuhnya , masa pubertas , masa dimana segala hal baru mulai dirasakan nya , hal hal yang menurutnya dulu menjijikan mungkin sekarang menjadi rutinitas keseharianya setiap hari.
Dia jadi lebih sering melakukan 'm********i' , perubahan bagian bagian tertentu ditubuhnya , 'p******a' nya semakin hari semakin montok dan bertambah besar , diikuti dengan perubahan pada bagian 'b****g' nya yang semakin kencang.
Setelah kejadian tempo hari dengan pak Indra dia semakin berani dan semakin liar memainkan bagian tubuhnya , seperti ada sensasi kenikmatan yang dia rasakan setiap kali memuaskan hasrat seksual nya sendiri.
Dia jadi makin berani memakai pakaian ketat dan sedikit terbuka. Hal itupun memancing respon lawan jenis nya , terutama teman teman sekelasnya yang mulai merasakan perubahan pada Zahra apalagi bagian tubuhnya.
Setelah peristiwa dengan pak Indra sampai saat ini mereka berdua belum pernah bertemu kembali , cenderung seperti malu dan menghindari satu sama lainya.
" zaa kamu nanti sore ada acara? " tanya Adit teman pria sekelasnya , mereka berdua sebenernya cukup akrab , mereka sudah sekelas semenjak kelas 1 dulu.
" enggak dit , ada apa emangnya? " jawab Zahra
" nanti sore gua anterin pulang ya , sekalian kita hang out cari makan bareng , lu bisa? " sahut Adit
" duhh gimana ya? kok gua jadi deg deg an gini sihhh , padahal kan gua udah sering ngobrol sama Adit " bisik Zahra dalam hatinya
" jadi gimana zaa? kok lu malah diem aja? mau nggak? " sahut Adit
" boleh kok dit , nanti sore ya " jawab Zahra
" ok zaa , nanti tunggu di parkiran sekolah ya " jawab Adit
" ok dit " sahut Zahra
Bel tanda waktu pulang sekolah pun berbunyi , waktunya tiba dimana Zahra akan diantar Adit , padahal sudah sering juga Adit antar Zahra pulang , cuman kali ini sedikit berbeda karena sudah ada perubahan pada diri Zahra ( you know lahh) hahahaha.
" zaa ayoo naik " kata Adit
" iyaa dit " sahut Zahra
Saat dijalan pun Zahra sangat gugup karena diantar oleh Adit ,
" kenapa ya gua? kok aneh banget si? " bisikan Zahra didalam kepalanya
" zaa mau makan apa ni? " tanya Adit
" terserah dit , gua ikut aja kok " sahut Zahra
Mampir lah mereka berdua ke warung bakso langganan mereka sejak dulu , mereka pun memesan dan saling mengobrol secara intens , sudah sejak lama mereka tidak mengobrol seintens ini , tak terasa waktu pun sudah hampir pukul 6 , mereka tidak sadar karena sangking asik nya mereka bercengkrama tentang berbagai macam hal. Cuaca pun sudah mendung dan terdengar bunyi gemuruh ,
"gludukkk gludukkk " suara gemuruh
" dit pulang yuk , keburu turun hujan " kata Zahra
" wait gua bayar dulu , lu tunggu dimotor ya " jawab Adit
Saat hendak baru pergi dari warung bakso , tiba tiba mulai turun hujan , awalnya masih gerimis mereka pun nekat menerobos hujan , berhubung tidak ada jas hujan di jok motor Adit , tapi selang beberapa saat hujan pun semakin deras , lalu tambah deras sederas deras nya. Mereka pun basah kuyup , mereka memilih nekat menerobos derasnya hujan karena sudah kepalang tanggung.
Sesaat kemudian , Adit memutuskan untuk mengajak Zahra mampir kerumahnya dulu sembari mencari pakaian ganti untuk Zahra , berhubung rumah Adit lebih dekat , mereka berdua pun memutuskan hal itu.
" zaa mampir rumah gua dulu ya , deras banget hujannya , kasian lu sakit nanti , sekalian cari ganti disana , kayaknya ada baju kakak gua yang pas buat lu " bilang Adit sembari menggigil menahan dinginnya hujan
" iya dit , gua juga kedinginan banget ini " sahut Zahra.
Mereka pun akhirnya tiba di rumah Adit.
" zaa tunggu ya , gua ambilin handuk sama gua cariin baju kakak gua dulu , tunggu sini dulu ya " kata Adit
" iii iiyaaaa dittt " jawab Zahra sedikit menggigil
Saat sudah memberikan baju pada Zahra dan dia pun ganti baju , tiba tiba saja Adit tidak bisa melepas pandangan nya dari Zahra .
" dit lu kenapa ngeliatin gua gitu banget? " tanya Zahra sambil menahan malu karena baju yang diberikan Adit sangatlah ketat , seluruh bagian tubuh Zahra seperti dibungkus , dan tonjolan tonjolan pada tubuhnya lahh yang menarik perhatian Adit.
Adit pun sedikit linglung melihat tubuh Zahra , Zahra pun hanya bisa tersenyum kecil dengan muka memerah karena menahan malu mengenakan pakaian yang sangat ketat ini.
" orang rumah pada kemana dit? tanya Zahra sambil memecah momen momen itu.
Adit pun masih tertegun , memandangi tubuh Zahra , tanpa dia sadari 'joni' miliknya itu sudah keras , dan terlihat menonjol dibalik celana boxernya yang sangat pendek.
" dittt aditttt " kata Zahra
" ehhh sorry sorry , mereka lagi kerumah tante , mungkin besok atau lusa baru pulang " jawab Adit
" ohh gitu ya " jawab Zahra
Saat Adit hendak berdiri dari samping Zahra tanpa dia sadari , 'joni' miliknya menonjol keluar karena sudah sangat tegang , Zahra yang melihat nya pun tertegun sejenak , dan mulai sedikit gelisah.
" ditttt , mesummm " teriak kecil Zahra
" sorry zaa , abisnya body lu zaa , aslii bikin ngak kuat iman " jawab Adit
" ihh gua sama lu dit " sahut Zahra
Zahra pun tak bisa melepaskan pikiran nya tentang 'joni' milik Adit tadi yang tegang dan sangat besar , tubuhnya mulai menghangat dan dia pun mulai menggeliat secara perlahan .
" duhhh kok gua jadi gini , masa iyaa pas lagi momen ini siiiii " teriak Zahra dalam hatinya
Mereka berdua pun duduk bersebelahan diruang tamu sambil menunggu derasnya hujan , Adit pun semakin gelisah dan tak bisa membuang pikiran kotornya , kadang kadang dia sedikit mencuri pandang melihat bagian tubuh Zahra. Tak lama setelah itu Zahra pun sudah tidak dapat menahan nya lagi dan ingin merasakan memegang langsung 'joni' milik Adit yang keras dan besar itu.
" ditt biasanya kalo keras gitu , diapain biar lemes lagi? " tanya Zahra pelannn
" ahh gila lu zaa , ngomong apa si? " sahut Adit
" alahhh nggak usah bohong lu , pengen kan gara gara liat gua? " sahut Zahra
Adit pun hanya bisa diam seakan mendapat lampu hijau dari Zahra. Tetapi mereka berdua pun masih sama sama saling menahan nafsu mereka masing masing , sampai saat Zahra tidak bisa melepas pandangan dari 'joni' milik Adit yang sangat besar itu , Zahra pun mendekati Adit dan bersandar di samping Adit sambil menempelkan 'p******a' miliknya ketubuh Adit.
Adit pun hanya bisa pasrah dan menikmati momen itu , dan tiba tiba Zahra pun menyentuh 'joni' milik Adit tersebut , Adit pun sedikit terkejut , tapi dia memilih diam karena ingin menikmati momen tersebut.
Zahra pun langsung menggenggam nya kuat kuat , Adit pun sangat menikmatinya
" zaa geli banget , tang tangann lu " kata Adit sembari menahan geli
Zahra pun membuka celana Adit , betapa terkejut nya dia setelah melihat 'joni' milik Adit , ini pertama kalinya dia melihat 'joni' secara langsung , dia pun memegang nya ,
" ditt aku suka , hangat dan gedee banget " kata Zahra dengan muka memerah menahan 'sangee'
Dia pun memainkan 'joni' milik Adit , tanpa dia sadari Adit pun membalas Zahra dengan meremas 'p******a' Zahra kuat kuat
" hmmmm ahhh ahhh ahh " desahan kecil dari bibir Zahra yang seksi , semakin membuat Adit menjadi liar dan membuka pakaian Zahra , tidak luput 'bh' nya juga pun ikut dia buka
" zaa gede banget punya lu , hangat , haluss banget " kata aditt sembari menikmati meremas 'p******a' milik Zahra
Mereka pun saling memuaskan satu sama lain , Adit meremas dan mulai menjilat 'p****l' milik Zahra yang sudah semakin keras , Zahra pun semakin terbang dengan kenikmatan nya , Zahra pun tidak bisa melepaskan tangannya yang memainkan 'joni' milik Adit , mereka terus terbawa suasana , dan akhirnya , tangan Adit pun mulai masuk kedalam 'cd' milik Zahra , dia pun memainkan 'miss v' milik Zahra.
Zahra pun membuka 'cd' nya , mereka sama sama telanjang satu sama lain , mereka pun terus memuaskan satu sama lain , sampai akhirnya.
" zaa boleh gua jilat nggak yang bawah ? " tanya Adit
" yang bawah mana si dit? " jawab Zahra sambil menggoda Adit
Tanpa mendengar jawaban dari Zahra terlebih dahulu , aditpun langsung menjilat bagian 'miss v' milik Zahra , dan betapa terkejutnya Zahra merasakan sensasi lidah seseorang menjilat 'miss v' miliknya , dia pun lepas controll , dia pun sangat menikmatinya , dia menggeliat , menahan geli.
" ahhh ahhh ahhh ahhh dit " deasahan lembut dari bibir Zahra
Adit pun terus menjilatinya dan terkadang memainkan dengan jarinya juga , Zahra pun benar benar nge fly , sampai dia akhirnya ingin 'croot' , dia masih menahan nya , sampai tiba tiba dia tidak bisa menahan nya lagi , dan muncrat lahh cairan kental dari 'miss v' nya.dia pun sangat sangat puas.
Saat Adit hendak berdiri , tiba tiba Zahra langsung menariknya ke arah sofa untuk duduk diatas sofa , Zahra membuka lebar lebar kedua kaki Adit , dia bermaksud ingin menghisap 'joni' milik Adit , Adit pun hanya bisa pasrah , Zahra pun menghisapnya dan merasakan sensasi atau rasa 'joni' itu secara langsung seperti apa , aromanya serta rasanya itu seperti membuat nya semakin liar , dia pun memainkan 'joni' milik Adit dengan mulut dan lidahnya secara perlahan dan sangat dihayati
Adit pun tak kuasa menahan rasa ingin 'muncrat' dari Joni miliknya
" zaa aku mau keluarrr , aku nggak kuat zaaa " kata Adit sambil menahan geli karena hisapan Zahra
Zahra pun semakin intens memainkan 'joni' milik Adit , seakan itu adalah perintah untuk baginya , Adit pun tak kuasa menahan nya dan 'muncrat' lah 'joni' miliknya didalam mulut nya Zahra , Zahra pun pertama kalinya merasakan sensasi 's****a' secara langsung , selama ini dia hanya melihatnya melalui hpnya saja. Zahra pun menelannya , seakan akan itu adalah air putih baginya , setelah itu keduanya bukan nya terpuaskan tapi malah semakin menjadi jadi dan sangat liar , tapi tiba tiba saja suara pagar rumah Adit pun berbunyi dan terdengar suara mobil milik orang tuanya , momen keduanya pun terpecah dan mereka langsung kebingungan memakai baju masing masing dan membersihkan tempat mereka have fun tadi.