Kedua mata Willy seketika terbelalak, kala sosok yang tengah dibicarakannya melalui panggilan suara itu muncul dari balik pintu ruangan dengan memasang tampang berdosa. "Sebentar!" Ucap Willy pada lawan bicaranya di seberang sana dan segera mengambil langkah keluar dari ruangan. Sementara Dilla, yang baru saja kembali ke ruang kerjanya itu berjalan dengan santainya dan mendaratkan tubuh pada kursi kerjanya. "Dia baru saja kembali ke ruangan, sebab itu aku mesti keluar dulu tadi!" Kata Willy. "Lalu apa rencanamu?" Pun Willy mendengarkankan dengan saksama tiap-tiap kata yang dituturkan oleh si lawan bicaranya. Semua berhasil tercerna dengan Willy tanpa pengulangan. "Baiklah, akau akan membantu kalian semampuku," "Willy?" Mendengar namanya disebut, Willy yang memang sedang bertelepon

