Darah segar terciprat seketika mengotori wajah Dilla yang teramat bersih dan mulus. "Aish, menyebalkan!" Katanya sembari menyeka bagian pipi dengan punggung tangannya. Kemudian mencabut gunting berkarat yang sudah tertancap di bagian perut wanita berambut ikal itu sejak beberapa detik lalu, kemudian menancapkannya lagi di tempat yang berbeda, dan mengulangi hal yang sama sebanyak beberapa kali. Sadar akan apa yang ia lakukan, pun Dilla seketika melepaskan gunting yang berada di genggaman tangan kanannya hingga gunting tersebut tergeletak begiti saja ke atas lantai. Pandangan Dilla mengedar ke sekelilingnya yang di lumuri cipratan darah. Bahkan noda merah itu melekat pada kaus yang ia kenakan. "Ah, sial!" Gerutunya. Dengan malas Dilla mulai bangkit dan membereskan semua kekacauan itu. Me

